Pengelola Menara Siger Gelar Berbagai Lomba
Kamis, 31 Desember 2009
Momen akhir tahun 2009 dimanfaatkan pengelola wisata Menara Siger dengan menampilkan pentas seni dan beberapa perlombaan.
Budaya, bahasa, rumah adat, pariwisata dan adat istiadat Lampung.
Momen akhir tahun 2009 dimanfaatkan pengelola wisata Menara Siger dengan menampilkan pentas seni dan beberapa perlombaan.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran menargetkan perbaikan sektor wisata untuk menghadapi libur Natal 2009 dan Tahun Baru 2010.
Gebyar Pesona Lumbok Ranau, event pariwisata Lampung Barat, 31 Desember mendatang, akan disemarakkan juga dengan kegiatan pesta ikan.
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Tourism Information Centre (TIC) Lampung belum bisa digunakan secara optimal. TIC yang dibangun dalam rangka menyukseskan Visit Lampung Year (VLY) 2009 belum digunakan secara optimal. Saat ini informasi tentang pariwisata Lampung masih mengandalkan leaflet.
Sekretaris Komite Pariwisata Lampung, Citra Persada, mengatakan TIC seharusnya menjadi pusat informasi tentang pariwisata di Lampung. Namun, sangat disayangkan pusat informasi digital itu belum diisi oleh pemerintah kabupaten/kota dengan data-data terbaru dan valid. Sehingga, portal VLY 2009 hanya berisi leaflet-leaflet lama. Sedangkan, data-data penting tentang lokasi, jumlah penginapan, restoran, dan fasilitas umum lainnya di daerah belum ada.
"Padahal, informasi ini sangat penting bagi para pengunjung," kata Citra di Lampung Post, Rabu (8-4).
Dalam waktu dekat ini, TIC akan diisi dengan mapping wisata Lampung yang menjelaskan secara perinci tentang jumlah fasilitas umum, serta jarak setiap fasilitas yang ada. Mapping yang diambil dari portal Google itu dikembangkan oleh dosen Unila Anshori Djausal. Selanjutnya akan di-update di TIC sebagai sumber informasi bagi para pengunjung pariwisata Lampung.
"Mapping itu menjelaskan tentang jalur-jalur pariwisata Lampung, ada jalur barat dan timur. Nah, tidak semua jalur harus ditempuh pengunjung, mereka bisa memilih jalur yang aman dengan ketersediaan fasilitas dalam jarak yang cukup dekat, baik SPBU, hotel, restoran, dan minimarketnya. Dengan begitu, perjalanan lebih aman dan nyaman," kata Citra.
Menurut Citra, pengaksesan TIC akan lebih optimal apabila pemerintah menyediakan area khusus bagi masyarakat untuk bebas berinternet. Misalnya dengan membuat hotspot di sekitar Pasar Seni dan Enggal, Bandar Lampung. Dengan begitu, perajin dan seniman Lampung pun bisa memperluas jaringan dan mempromosikan karya-karya mereka. Sementara masyarakat di sekitar lokasi juga bisa mengakses internet dengan gratis.
"Public space akan semakin kuat dengan hotspot ini. Image Enggal yang selama ini negatif bisa berubah dengan sendirinya karena pelajar, mahasiswa, dan karyawan akan meramaikan lokasi Enggal itu," kata dia.
Menurut Citra, pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak Telkomsel untuk menjadikan Enggal dan Pasar Seni sebagai taman digital Lampung, tentunya dengan mengoptimalkan fungsi TIC Lampung. Dia berharap semua pihak mendukung realisasi taman digital ini. n RIN/K-1
Sumber Lampung Post-9-4-09
ATV Riding ini menggunakan motor yang didesain khusus untuk berpetualang di alam bebas dengan berbagai tantangan. ATV ini didukung mesin matic 250 cc kecepatan 80 km/jam yang dilengkapi trek berliku sepanjang 300 meter dengan rintangan dan di tengah hijaunya pesona indah pegunungan Taman Wisata Lembah Hijau.
"Wahana baru ini dapat dinikmati dengan charge Rp30 ribu per orang dan dapat mengendarai ATV selama 15 menit di trek yang disediakan," kata Rinni.
Untuk pengendara pemula, manajemen Lembah Hijau menyiapkan operator yang mahir dan berpengalaman untuk memberikan bimbingan safety riding. Hal ini untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengendara pemula. Sehingga pengendara ATV tidak perlu ragu dan cemas dengan keamanan dan kenyamanan dalam mengendara ATV.
Mengingat ukuran dan spek teknis dari kendaraan, wahana ini tidak diperbolehkan untuk anak-anak di bawah umur 16 tahun. Dengan wahana baru ini, menurut Rinni, menambah fasilitas bagi keluarga yang ingin menikmati liburan di alam terbuka dan udara pegunungan. Sebelumnya, Lembah Hijau menyiapkan aneka rekreasi petualangan outbound seperti rumah pohon, spider web, wall climbing, dan flying fox. Tempat wisata ini juga menyiapkan arena water boom, kebun binatang, dan panggung hiburan. n NOV/E-1
Sumber : Lampung Post/23/11/09 Baca Selengkapnya...Beberapa objek wisata yang berpotensi dikembangkan, antara lain Curup Putri Malu, Curup Bukit Duduk, Curup Gangsa, sumber air panas, objek wisata kampung tua, wisata budaya, wisata perburuan, dan agro wisata perkebunan.
Curup Putri Malu merupakan objek wisata air terjun dengan ketinggian 100 meter berada di Desa Jukubatu, Banjit, dan Curup Bukit Duduk merupakan objek wisata air terjun dengan ketinggian 60 M berada di Desa Juku Batu, Banjit
Sementara itu, Curup Gangsa, juga air terjun dengan ketinggian 50 M berada di Kota Wai, Kasui. Sedangkan sumber air panas berlokasi di Kayu Batu, Kecamatan Gunung Labuhan dan Bukit Gemuruh, Kecamatan Way Tuba
Objek wisata kampung tua, dalam situs www.waykanan.go.id, antara lain Kampung Tua Mesir ilir di Bahuga, Kampung Tua di Kecamatan Pakuon Ratu, dan di Kecamatan Negara Batin
Objek wisata lain yang dapat ditemukan, antara lain agro wisata perkebunan berlokasi di Talang Mangga, Kasui, dan Gedung Batin, Blambangan Umpu. Sedangkan wisata perburuan di Balambangan Umpu dan kampung wisata budaya di Gedung Batin, Kecamatan Blambangan Umpu. Pengembangan potensi wisata ini memerlukan perencanaan dan penataan kawasan wisata secara terpadu sehingga membawa manfaat bagi pembangunan di Kabupaten Way Kanan.
Peluang investasi yang dapat dikembangkan pada sektor pariwisata ini, antara lain penanaman modal pada pengembangan potensi objek wisata yang ada. Juga penyediaan fasilitas pendukung pariwisata, seperti biro perjalanan, pembangunan hotel dan penginapan, restoran, dan lain-lain. Selain itu, pembangunan infrastruktur dalam penyediaan sarana transportasi ke kawasan objek wisata. HES/D2
Sumber : Lampung Post/23/11/09
Baca Selengkapnya...Kepala Dinas Pariwisata Tulangbawang didampingi Yaman, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia-Lampung, mengatakan kegiatan dimulai hari ini (23-2) dengan agenda pemilihan muli-mekhanai.
"Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang merupakan hasil seleksi dari seluruh daerah Tulangbawang," kata Khairi kepada Lampung Post, Minggu (22-2).
Dia mengatakan pemilihan muli-mekhanai ini digelar untuk menjaring duta wisata Tulangbawang, sekaligus untuk mencari wakil Tulangbawang dalam pemilihan di tingkat provinsi. "Bahkan kalau memungkinkan mengirimkan mereka untuk mengikuti pemilihan duta wisata internasional," kata dia.
Menurut Khairi, wisata sungai akan dilaksanakan 3 Maret mendatang bersamaan pembukaan Festival Megou Pak. Selain itu akan digelar karnaval mengelilingi Kota Menggala.
"Melalui river tour, kita akan mengenalkan kekayaan alam khususnya kekayaan wisata air di Tulangbawang," kata dia.
Melalui wisata sungai yang akan dikemas mirip dengan wisata sungai di Venesia, para pengunjung akan dikenalkan pada kekayaan sungai di Tulangbawang, seperti ikan asap, ikan sale, dan ikan air tawar lainnya. Sehingga, potensi wisata di Tulangbawang yang selama ini masih terpendam bisa muncul dan dikenal dunia.
"Bagi mereka yang berminat untuk mengikuti wisata sungai, bisa mendaftar melalui Dinas Pariwisata Provinsi Lampung maupun Dinas Pariwisata Tulangbawang," kata Khairi.
Selain river tour, juga digelar berbagai lomba untuk menyemarakkan kegiatan ini, seperti lomba dayung, lomba lahu pop daerah, lomba memancing, dan masih banyak lagi.
"Kami berharap wisatawan lokal maupun asing beramai-ramai mengunjungi kegiatan ini agar mengetahui potensi wisata di Tulangbawang," kata dia. n UNI/D-2
Sumber : Lampung Post/23/11/09
© Budaya Lampung
Atrium by Artikel 2008
Back to TOP